ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Telusur Jejak Kuburan Massal Korban 1965 di Hutan Regaloh Pati

bekas galian yang diduga gagal digunakan untuk mengeksekusi korban 1965.
KoranJateng.Com , Pati – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan dikabarkan akan melakukan verifikasi terkait dengan kuburan massal korban 1965 di wilayah Kabupaten Pati.
Informasi adanya kuburan massal korban 1965 di Pati tersebut berasal dari Yayasan Penelitian korban Pembunuhan 1965-1966 (YPKP 65). Salah satu tempat yang diduga bekas kuburan korban 1965, antara lain di Hutan Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Untuk memastikan hal tersebut, MuriaNewsCom melakukan ekspedisi jejak kuburan korban 1965 di sebuah hutan Regaloh yang diduga menjadi tempat pembunuhan korban 1965, Rabu (11/5/2016). Ekspedisi tersebut ditemani Sutriman, mandor Perhutani setempat beserta sejumlah petugas Perhutani lainnya.

Di sana, ada tiga bekas lubang yang ditengarai sebagai tempat pembunuhan korban 1965. Satu lubang berdiameter lima meter diduga disiapkan untuk membunuh korban 1965, tetapi gagal. Sementara itu, dua cekungan yang sudah hampir rata dengan tanah lainnya diduga menjadi tempat pembunuhan korban 1965. “Cerita adanya kuburan korban 1965 di sini sudah ada sejak dulu. Namun, kebenaran pasti belum saya ketahui juga,” kata Sutriman.

Sutriman yang juga penduduk setempat mengaku, ayahnya dulu sempat diminta untuk menggali kubangan di tempat itu secara suka rela. Tapi, ayah Sutriman tidak tahu kubangan itu dipakai untuk apa.

“Ayah sempat cerita pernah diminta untuk menggali kubangan sedalam tujuh meter di alas Regaloh. Tapi, tujuannya apa tidak tahu. Tahu-tahu tersiar kabar bahwa daerah ini jadi tempat pembunuhan korban 1965,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami
via : MuriaNews.Com


bekas galian yang diduga gagal digunakan untuk mengeksekusi korban 1965. KoranJateng.Com , Pati – Menteri Koordinator Politik, Hukum d...

TNI Disebut Datangi Tempat yang Diduga Kuburan Massal Korban 1965 di Pati

Sutriman (berbaju biru) menunjukkan bekas kubangan yang diduga jadi tempat pembunuhan korban 1965 yang sudah hampir rata dengan tanah. (MuriaNewsCom/Lismanto) 
KoranJateng, Hal itu dikatakan Sutriman, petugas Perhutani Regaloh. “Tadi pagi, ada dua anggota Kodim yang datang ke sini. Saya sempat tanya, untuk kepentingan apa kok baru sekarang mendatangi kuburan yang diduga tempat pembunuhan korban 1965. Dia hanya menjawab menjalankan tugas,” ungkap Sutriman saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Sutriman menuturkan, sejak kecil dirinya dilarang orang tuanya untuk bermain di kawasan kuburan korban 1965. Karena itu, tempat itu sudah lama dikenal warga setempat sebagai kuburan massal korban 1965.

Kendati begitu, tidak ada tanda khusus yang menunjukkan tempat itu sebagai kuburan. Warga setempat hanya mengenal lokasi itu dengan bekas kubangan yang diduga digunakan untuk membunuh korban 1965.

Saat dikonfirmasi, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, apapun yang ada di wilayah teritorialnya harus diketahui. Termasuk, melakukan pengecekan di tempat yang diduga kuburan massal korban 1965.

“Kita wajib paham kondisi yang ada di wilayah teritorial. Namun, kita belum mengetahui secara pasti apakah itu benar-benar kuburan massal atau bukan, kita belum tahu,” imbuhnya.
Andri juga mengaku belum ada perintah khusus dari Menko Luhut Pandjaitan yang dikabarkan akan meninjau kuburan massal korban 1965 di Pati. “Sampai saat ini, perintah khusus tidak ada. Kita tunggu saja nanti,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga : Jejak Kuburan Massal Korban 1965 di Hutan Regaloh Pati
sumber : MuriaNews.com


Sutriman (berbaju biru) menunjukkan bekas kubangan yang diduga jadi tempat pembunuhan korban 1965 yang sudah hampir rata dengan tanah. (Mu...


Top